Hidup yang Berserah (1 Samuel 1:1-20)


Iman Kristen - "Hidup yang berserah kepada Tuhan, bukan berarti berdiam saja atau pasrah melainkan ada aksi atau tindakan yang disertai dengan pengharapan di dalamnya.
Jika Anda merasa diberkati dengan renungan ini, bagikanlah ke Sosial Media (Facebook, Twitter, Linkedin, dsb.) Anda, agar lebih banyak orang yang dikuatkan melalui renungan ini."



Keputusasaan dan kekecewaan merupakan penghalang iman untuk memiliki pengharapan yang pasti. Hal tersebut, salah satunya disebabkan oleh persoalan hidup. Coba bayangkan jika kita mengalami persoalan silih berganti. Apa yang harus kita lakukan?


Tentunya, yang harus kita lakukan adalah berserah kepada Tuhan. Namun kenyataannya banyak orang, ketika menghadapi persoalan, mereka bergantung kepada kekuatannya atau kepada manusia. Ketika masalah tidak kunjung selesai, atau tidak ada satu orang pun menolongnya, ia pun putus asa dan kecewa. Bahkan, mempersalahkan Tuhan.

Ada seorang ibu yang sedang mengalami sakit kanker ovarium yang tidak bisa disembuhkan lagi, ia hanya bisa menunggu pertolongan Tuhan saja. Namun, ia tak berputus asa dan tetap semangat.

Setelah ia mengikuti pengobatan kemotherapi ketiga kalinya, para Dokter akhirnya menghentikannya karena akan lebih membahayakan fisiknya apabila dilanjutkan dan menyatakan penyakitnya tidak bisa disembuhkan lagi.

Selanjutnya, ia hanya bisa melakukan operasi menyedot cairan di tubuhnya apabila perutnya sudah membengkak (asites). Apa yang dialami oleh ibu ini, tentu sangatlah pilu dan menyedihkan, namun justru disinilah imannya terlihat.

Ada harapan hidup yang dimilikinya sehingga ia berkata, jika Tuhan menghendaki sembuh maka mujizat kesembuhan terjadi, jika tidak, maka Tuhan yang akan memberikan kemampuan bagi dirinya untuk menghadapinya.

Di dalam Alkitab, ada seorang Ibu yang mengalami tekanan berat karena Tuhan menutup kandungannya. Walau suaminya menyayanginya, ternyata hal itu bukanlah suatu kebahagiaan baginya. Apalagi, madunya yaitu Penina selalu menyakiti hatinya. 

Kesedihan yang mendalam dirasakan oleh Hana, sehingga ia pun menangis dan tidak mau makan. Namun, langkah yang tepat dilakukan oleh Hana ialah dia memilih untuk berserah kepada Tuhan dan berseru kepadaNya.
Hidup yang berserah
Demikian juga Abraham yang berserah kepada Tuhan. Ketika menyuruhnya untuk keluar dari tanah kelahirannya dan menuju ke tanah yang dijanjikan Tuhan kepadanya, ia pun taat. Bahkan, ia harus menunggu 25 tahun penggenapan janji Tuhan yang akan memberikan keturunan kepadanya melalui Sara.

Hidup yang berserah kepada Tuhan, bukan berarti berdiam saja atau pasrah, melainkan ada aksi atau tindakan yang disertai dengan pengharapan di dalamnya. Ia akan menanti-nantikan pertolongan dari Tuhan sesuai dengan waktu, cara, dan rencana Tuhan.


Bahkan, jika Tuhan pun seolah-olah tidak menghiraukannya, hal itu tidak akan membuat pengharapannya pupus, melainkan ia akan tetap berserah kepada Tuhan. Pertolongan Tuhan tidak pernah terlambat dan tepat pada waktunya, namun Tuhan juga tahu apa yang terbaik bagi kita. 

Apabila kita telah berseru kepada-Nya, tetapi tanpa ada jawaban, tetaplah berserah kepada-Nya. Orang yang berserah kepada Tuhan akan melihat kemuliaan-Nya dinyatakan atasnya. (Baca juga: Hidup yang Berserah kepada Tuhan, Ini Gambarannya...)


DOA
Bapa sorgawi, mampukan aku untuk melihat rencana-Mu di setiap persoalan yang kuhadapi, sehingga aku tetap berserah kepadaMu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.

ah


Like Fanspage Facebook IMAN KRISTEN untuk mendapatkan info-info terbaru dan bergabunglah juga dengan grup Facebook Fokus Hidup.
Silahkan tinggalkan komentar Anda di bawah artikel ini untuk menanggapi, bertanya, ataupun memberikan saran dan kritik.
~~ Share atau Bagikan Sekarang Juga ~~