Mencintai Walau Harus Terluka (Yohanes 3:13-16)


Iman Kristen - "Dapatkah seseorang mencintai pasangannya yang selalu menyakitinya? Hanya ada satu Pribadi yang mencintai walau harus terluka, bahkan mati bagi kita. Siapakah Dia? Simak renungan ini, dan jika Anda merasa diberkati melalui renungan ini, mohon dibagikan ke sosial media (Facebook, Twitter, Google+, dll.) Anda, agar banyak orang dikuatkan."


Pada masa kini, akan sulit ditemukan orang-orang yang mencintai orang lain sampai harus menderita atau terluka seumur hidup. Pengorbanan seperti ini, dilakukan oleh Suaidah Nasution. Ia menderita cacat permanen akibat luka bakar yang dilakukan oleh kekasihnya Sahala Raja. (Baca juga: Died For 20 Minutes)
 Mencintai Walau Harus Terluka
Peristiwa ini terjadi pada tanggal 20 Maret 2013, bermula ketika Raja merasa cemburu kepada Suaidah. Mereka bertengkar, dan dengan emosi Suaidah mengambil minyak tanah dan mengguyur tubuhnya sendiri. "Daripada kau tunjangi (tendangi) aku, lebih baik kau bakar saja aku," kata Suaidah kepada Raja.

Raja malah menyalakan api dan langsung membakar tubuh Suaidah. Ia berteriak minta tolong dan kakaknya langsung menyiramnya dengan air.

Apa yang dilakukan Raja, tidak membuat cinta Suaidah meredam, ia malah membela kekasihnya itu di pengadilan. (Baca juga: Ketaatan Menghancurkan Tembok)

"Pertama kami berantem (bertengkar) Pak. Lalu saya siram badan saya dengan minyak lampu (minyak tanah). Dan saya yang minta dibakar. Saya sebenarnya masih cinta sama dia Pak," kata Suaidah di hadapan majelis hakim yang diketuai Surya Perdamaian, pada hari selasa 16 Juli 2013, dikutip dari merdeka.com. 

Meskipun Suaidah telah dilukai dan menderita cacat permanen, namun ia mengatakan ingin bersama Raja dan tetap berniat menikah dengannya. "Dengan kejadian ini, apa kamu masih mau sama dia? Dia kan sudah membuatmu cacat," tanya Indra Cahya, hakim anggota.

Diluar dugaan, Suaidah menjawab. "Sebenarnya kami berencana mau nikah Pak Hakim. Saya sayang sekali sama dia," ucapnya. Cinta Suaidah masih tetap sama seperti sebelum ia disakiti.
 Mencintai Walau Harus Terluka
Kisah yang sama juga dialami oleh seorang Ibu rumah tangga yang bernama Ani Aryawati, pada tanggal 23 Juli 2014. Ia disiram dengan bensin dan dibakar hidup-hidup oleh suaminya sendiri, yang bernama Lan Bertus Ujang, di depan ketiga anaknya karena Ujang tidak terima digugat cerai olehnya.  (Baca juga: Menggunakan Kesempatan)

Berbeda dengan Subaidah yang mau memaafkan kekasihnya, Ani tidak mau lagi hidup bersama dengannya dan berharap mantan suaminya diberi hukuman setimpal, "Ya kalo bisa dia dihukumlah, dihukum sepantas-pantasnya."

Mencintai walau harus terluka adalah hal yang sulit untuk dilakukan oleh sebagian orang. Namun, ada satu Pribadi yang memiliki kasih yang sempurna.

Walaupun Ia yang telah menciptakan manusia dan manusia mengecewakan diri-Nya dengan perbuatan dosa, tetapi Ia tetap datang ke dunia dan menjadikan diriNya sebagai korban Anak Domba yang tidak bercacat cela.
} Mencintai Walau Harus Terluka
Ia dihina, dicaci maki, dimahkotai dengan mahkota duri, memikul salib dan dicambuk, bahkan mati di atas kayu salib, sesungguhnya karena cintanya kepada kita. KasihNya kepada kita begitu besar, tidak ternilai dengan apa pun dan tak sebanding dengan apa pun.

Karya penebusanNya melayakkan kita untuk menghampiri takhta kudusNya. Bersediakah kita mengasihi Tuhan walau harus terluka dan menderita? (Kunjungi juga: Mencintai Walau Harus Terluka, Ini Bukti Kasih)


DOA
Bapa sorgawi, biarlah aku dapat melihat dengan mata rohani dan bukan dengan mata jasmani agar dapat berjalan dalam rencanaMu. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.
 Mencintai Walau Harus Terluka

Lihat juga:
;
~~ Share atau Bagikan Sekarang Juga ~~