Pengharapan dalam Keselamatan (Roma 5:1-11)


Iman Kristen - "Mengapa manusia harus memiliki pengharapan, khususnya pengharapan dalam keselamatan? kepada siapa manusia harus berharap sepenuhnya? Simak renungan ini, dan jika Anda merasa diberkati melalui renungan ini, mohon dibagikan ke Sosial Media (Facebook, Twitter, Google+, dll.) Anda, agar banyak orang yang juga dikuatkan."

Di dalam kehidupan ini, banyak kepercayaan dan agama yang mengajarkan tentang keselamatan. Banyak orang berlomba-lomba melakukan segala tuntunan agama demi memperolehnya, bahkan  ada yang rela mengorbankan segalanya (keluarga, kekayaan, dan dirinya sendiri) demi keselamatan jiwa. (Baca juga: Kedaulatan Allah)

Motivasi yang mendorong perilaku tersebut adalah harapan untuk mengalami kehidupan yang bahagia setelah kematian secara jasmani.

Dalam surat Roma ini, Rasul Paulus mengajak setiap orang Kristen untuk memiliki pengharapan dalam hidupnya. Pengharapan itulah yang memampukan setiap orang Kristen menjalani kehidupan ini dengan penuh semangat, sekalipun banyak tantangan dan pergumulan hidup. (Baca juga: Melakukan hal-hal yang besar)

Pengharapan yang bukan sekedar angan-angan dalam arti “bisa terjadi, mudah-mudahan, mungkin,” dengan kata lain pengharapan yang tidak pasti. Namun, pengharapan orang Kristen akan keselamatan adalah pengharapan yang pasti karena janji Allah tidak pernah gagal, ya dan amin.

Jika kita memperhatikan dengan seksama, nats dalam Roma 5:1-11 ini, menjelaskan ada tiga dasar pengharapan orang Kristen mengenai keselamatan, yaitu: Pertama, kita sudah diselamatkan oleh Tuhan Yesus (ay. 2). Sebelum kita diselamatkan oleh Tuhan Yesus, kita adalah orang berdosa dan dosa itulah yang membuat makna dan tujuan hidup kita hilang. (Baca juga: Konsistensi Allah)

Namun, kematian Tuhan Yesus di atas kayu salib mengembalikan makna dan tujuan hidup manusia (I Ptr. 1:18-19). Keselamatan terjadi ketika kita menjadi percaya kepada-Nya. Artinya dengan menjadi percaya kepada Tuhan, maka saat itu kita sudah menerima anugerah keselamatan itu melalui iman kita kepada-Nya. (Baca juga: Tenang Menghadapi Masalah)

Kedua, kita sedang dibentuk oleh Tuhan (ay. 3-4). Kesengsaraan yang kita alami adalah alat untuk membentuk kita semakin indah di hadapan Tuhan. Bagi orang yang putus asa, masalah dipandang sebagai hal yang negatif (berpikir bahwa Allah tidak baik atau meninggalkan dia), tetapi kesusahan akibat salib bagi orang Kristen adalah bagian dari rencana Allah yang indah dalam hidup kita.

Ketiga, kita disertai oleh Tuhan (ay. 5). Tuhan kita, Tuhan Allah yang turun ke dunia, mati bagi kita dan menyertai kita. Tuhan Yesus tidak membiarkan kita sendirian, tapi Ia mengutus Roh Kudus untuk tinggal dalam hidup orang percaya. Harapan keselamatan tidak ada pada siapapun atau apapun selain dalam Tuhan Yesus yang telah memberikan Diri-Nya bagi penebusan kita (Kis. 4:12).

Sebagai orang percaya, milikilah pengharapan dalam keselamatan, sebab pengharapan itu akan membuat kita lebih giat, lebih bergairah, dan lebih bersemangat melayani Tuhan. Setialah senantiasa sebab keselamatan yang kita peroleh itu pasti dan akan ada mahkota yang disediakan bagi mereka yang telah memenangkan pertandingan rohani. (Baca juga: Sukses Dengan Cara Yang Benar)

DOA
Bapa, ajarku untuk selalu memiliki pengharapan dalam keselamatan, agar imanku semakin teguh dalam mengiring Engkau. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.


;
~~ Share atau Bagikan Sekarang Juga ~~